Rumah menjadi impian bagi semua orang. Kendati harga properti terus merangkak naik tiap tahunnya berkisar 10-20%, namun permintaanya terus naik.

Sebelum mengetahui jenis-jenisnya kita harus tau apa itu KPR? Disebut juga dengan Kredit Pemilikan Rumah yang digunakan untuk membeli rumah atau untuk kebutuhan konsumtif lainnya dengan jaminan berupa rumah

Walaupun penggunaanya mirip , KPR berbeda dengan kredit konstruksi dan renovasi.

Menurut data Bank Indonesia (BI) mayoritas masyarakat mengandalkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam memiliki rumah. Sebanyak 76,42% menggunakan KPR untuk memiliki rumah.

Sebelum membeli suatu properti, entah itu rumah, apartemen, condotel, rumah kantor (rukan), atau ruko ketahui dulu jenis-jenis kredit pemilikan yang kerap ditawarkan oleh developer dan perbankan:

KPR Bersubsidi

Jenis kredit properti ini merupakan program milik pemerintah yang ditawarkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Biasanya KPR subsidi pemerintah membebaskan biaya uang muka cicilan yang terjangkau bagi mereka dalam jangka waktu maksimal 20 tahun pembayaran.

KPR Non-Subsidi

KPR ini umum bagi masyarakat yang mampu, mulai dari masyarakat golongan menengah ke atas. Penawaran tingkat suku bunganya regular sesuai ketetapan masing-masing bank yang dipilih oleh pihak pembeli.

KPR Syariah

KPR Syariah tentu saja  berdasarkan syariat agama Islam namun jenis kredit ini masuk non subsidi. Pada produk KPR Syariah, transaksinya menggunakan prinsip akad murabahah (jual beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerja sama sewa).

In-house KPR

In-house KPR, pembeli membayarkan angsuran cicilan pembelian propertinya kepada pihak pengembang bukan bank. Terkadang ada pihak pengembang memberikan fasilitas pembayaran cicilan.

Nah, sudah mengetahui kan jenis-jenis KPR Sahabat MobilKu?! sekarang mulai memperhitungkan apa saja yang harus kamu perhitungkan agar tidak mengalami kredit macet pada properti, seperti berikut ini:

Hitung Jumlah Angsuran KPR yang Dibayarkan

Bila Kamu memilih pelunasan KPR jangka waktu pendek, maka cicilannya akan lebih tinggi dengan tingkat suku bunga rendah. Sedangkan, cicilan jangka panjang, tentu saja pembayaran cicilannya akan lebih rendah dengan tingkat suku bunga yang cukup besar.

Sebagai contoh, Kamu seorang karyawan swasta dan tertarik membeli rumah senilai Rp. 300 juta dengan luas tanah kurang dari 22 meter persegi, maka angsuran fixed per bulannya sebesar Rp. 2.386.000, masa tenor 20 tahun.

Dari hasil suku bunga perbankan (tergantung masing-masing perbankan menetapkan suku bunganya) sebesar 8,75%/tahun. Kemudian, uang muka yang dibayarkan sebesar Rp. 30 juta dan perkiraan platform pinjaman senilai Rp. 270 juta.

Jadwal Pembayaran

Jangan lupa jadikan alarm untuk jadwal pembayaran cicilan KPRmu. Kamu tidak mau kan terkena biaya keterlambatan pembayaran.

Jika di luar negeri ada tiga opsi pembayaran KPR, bulanan, per dua pekan, dan mingguan, di Indonesia sendiri kerap dibayar tiap bulannya sembari menunggu momen gajian.

Suku Bunga

Saat menghitung bunga pinjaman, ingatlah untuk menggunakan tingkat bunga dasar tahunan dan bukan tingkat suku bunga perbandingan untuk mendapatkan angka yang akurat. Tingkat perbandingan memperhitungkan biaya akun serta bunga.

Jadi jika Kamu menggunakan tingkat perbandingan, akan mendapatkan jumlah bunga yang lebih tinggi daripada yang seharusnya.

Setelah memilih pinjaman, mulai putuskan apakah Kamu ingin suku bunga tetap (fixed rate) atau dapat disesuaikan. Pilihanmu sangat menentukan beban finansial.

Jika memilih suku bunga KPR yang disesuaikan memungkinkan tingkat bunga pinjamanmu bervariasi mengikuti ketetapan suku bunga Bank Indonesia (BI). Bila suku bunga naik akan mempengaruhi cicilan KPR bulanmu dan bakal terbebani.

Begitu pula sebaliknya dengan suku bunga BI yang diturunkan, maka Kamu akan mendapatkan cicilan yang murah.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih telah membaca artikel dari mobilku, semoga apa yang mobilku share dapat bermanfaat bagian kalian semua. Tunggu postingan artikel lainnya di website mobilku.